Minggu, 22 Agustus 2021

Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNISDA Mengadakan Pelatihan Kewirausahaan untuk UMKM di Desa Badurame



Mahasiswa Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata Tematik Covid-19 kelompok 21 dengan dosen pembimbing lapangan Ana Fitriyatul Bilqies, M.M Mengadakan pelatihan kewirausahaan pembuatan Nugget ikan mujair bersama Pengusaha UMKM dan ibu-ibu PKK Desa Badurame, kecamatan Turi, kabupaten Lamongan.


Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Minggu 22 Agustus 2021 tersebut berjalan dengan penuh antusias dari para peserta dalam pelatihan serta tetap mematuhi protokol kesehatan.


“Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat UNISDA kali ini adalah untuk mengembangkan keterampilan berwirausaha masyarakat Desa Badurame, khususnya Pengusaha UMKM dan ibu-ibu PKK serta ibu rumah tangga dengan memanfaatkan potensi perikanan yang terdapat di Desa Badurame.” ungkap ketua KKN kelompok 21 Desa Badurame.


Pelatihan kewirausahaan ini dilakukan dalam bentuk workshop dimana mahasiswa mengundang Ibu Dwi Yani Agustin yang merupakan owner dari Yur Sayur Lamongan sekaligus pengurus NUSAKA FOOD sebagai pemateri pelatihan.



Selama pelatihan berlangsung para peserta sangat antusias ketika pemateri menjelaskan dan mempraktikkan bagaimana cara pembuatan Nugget ikan mujair sampai dengan menjelaskan alur dari pemasaran produk.


“Pelatihan kewirausahaan ini memang sangat membantu bagi masyarakat Badurame terutama pelatihan ini berfokus pada pengolahan ikan, dikarenakan dilema yang dihadapi bilamana harga jual ikan pada saat musim  panen ikan cenderung murah. Sehingga kami harap dengan adanya pelatihan pembuatan krupuk ikan ini bisa meningkatkan harga jual bagi masyarakat, karena ikan yang akan dijual sebelumnya telah diolah menjadi Nugget” ungkap bu Fia selaku ketua PKK Badurame.


Melalui pelatihan ini, mahasiswa pengabdian masyarakat UNISDA kelompok 21 berharap agar program ini dapat diimplementasikan oleh masyarakat desa Badurame yang telah mengikuti pelatihan pembuatan Nugget ikan mujair tersebut. 


Sehingga dapat mewujudkan peningkatkan produk UMKM maupun usaha rumahan dalam memanfaatkan hasil panen ikan yang melimpah, serta dapat membangkitkan perekonomian masyarakat dapat di masa pandemi covid-19.

Selasa, 03 Agustus 2021

opening ceremony program pengabdian masyarakat 2021

 


Badu, 03 Agustus 2021

Opening ceremony program pengabdian masyarakat oleh mahasiswa UNISDA Lamongan di Desa Badurame dusun Badu kecamatan Turi dengan tema "percepatan pemulihan sosial ekonomi masyarakat di era pandemi" secara khidmat dan tetap mematuhi protokol kesehatan yang bertempat di balai dusun Badu desa Badurame.
Dalam opening ceremony ini di hadiri perangkat desa, toko agama serta organisasi kemasyarakatan dusun Badu desa Badurame.

"Pertama kami haturkan terima kasih atas dipersilahkannya kami untuk melakukan pengabdian masyarakat selama 1 bulan di dusun Badu desa Badurame ini". 
"Kali kedua kami sampaikan tentang program kerja yang akan kami laksanakan meliputi 5 bidang, yakni bidang ekonomi, bidang pendidikan, bidang keagamaan, bidang kesehatan dan lingkungan. Kami berharap kepada masyarakat dusun Badu dapat berpartisipasi dalam program yang akan kami laksanakan". Ujar kordes kelompok 21.

Kami yakin atas program kerja yang akan kalian laksanakan akan bermanfaat bagi percepatan pemulihan sosial ekonomi masyarakat di era pandemi ini. Ujar kepala desa Badurame.
Akhir kata. Tetap jaga jarak, dan jaga imun serta good communication selama program kuliah kerja nyata berlangsung. 

Senin, 09 November 2020

Perilaku konsumen dan strategi pemasaran

MAKALAH PERILAKU KONSUMEN DAN STRATEGI PEMASARAN DOSEN PEMBIMBING : DISUSUN OLEH : Anggraeni Kartika Ismayanti (18042057) Ayuk Sulistyawati (18042089) Siti Mabruroh (18042088) M. Tsalis Nasihun Amin (18042065) FAKULTAS EKONOMI PRODI MANAJEMEN UNIVERSITAS ISLAM DARUL ULUM LAMONGAN TAHUN PELAJARAN 2019/2020 KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Illahi Rabbi, berkat rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini. Dan tak lupa pula shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Nabi Muhammad saw, yang telah membimbing umatnya hingga sampai pada zaman yang penuh dengan ilmu pengetahuan ini. Makalah kami susun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah perilaku organisasi, yang membahas tentang “Ejaan dalam bahasa indonesia”. kami menyadari bahwa masih terdapat beberapa kelemahan atau kekurangan dalam makalah ini. Oleh karena itu, segala tegur sapa, kritik, koreksi dan saran yang diberikan akan kami sambut dengan kelapangan hati guna perbaikan pada masa yang akan datang. Akhir kata, kami berharap semoga makalah ini dapat memberikan motivasi bagi siapa saja yang membaca dan memanfaatkan. KATA PENGANTAR BAB 1 PENDAHULUAN ............................................................................................... 4 Latar belakang ....................................................................................................... 4 Rumusan masalah .................................................................................................. 4 Tujuan masalah ...................................................................................................... 4 BAB II PEMBAHASAN .................................................................................................. 5 Pengertian perilaku konsumen ............................................................................... 5 Macam-macam Konsumen ..................................................................................... 5 Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen ......................................... 5 Teori perilaku konsumen ........................................................................................ 5 Pendekatan perilaku konsumen .............................................................................. 5 Pengertian strategi pemasaran ................................................................................ 6 Langkah-langkah strategi pemasaran ..................................................................... 6 Unsur-unsur strategi pemasaran ............................................................................. 7 Prinsip-prinsip pemasaran ...................................................................................... 7 Tujuan strategi pemasaran ...................................................................................... 7 Jenis-jenis strategi pemasaran ................................................................................ 7 Fungsi strategi pemasaran ...................................................................................... 8 BAB III PENUTUP .......................................................................................................... 9 Kesimpulan ............................................................................................................. 9 DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................................... 10 BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Perilaku konsumen memiliki kepentingan khusus bagi orang karena berbagai alasan berhasrat mempengaruhi atau mengubah perilaku itu, termasuk mereka yang kepentingan utamanya adalah pemasaran, pendidikan, dan perlindungan konsumen, serta kebijakan umum. Masing-masing pihak memberikan sesuatu yang bernilai kepada pihak lain dengan tujuan memenuhi kebutuhan mereka masing-masing. Sedangkan strategi pemasaran merupakan suatu hal yang sangat penting dan berpengaruh terhadap suatu hal yang sangat penting dan berpengaruh terhadap suatu bisnis atau usaha. Perkembangan dunia usaha pada saat ini menunjukkan adanya gejala persaingan yang semakin meningkat kearah penguasaan pasar secara luas. Perusahaan besar maupun kecil, saling bersaing dan berpacu untuk merebut tempat pemasaran dengan berbagai macam cara dan usaha supaya perusahaan dapat menjual produk sebanyak banyaknya pada konsumen yang membutuhkan. Rumusan Masalah Apa itu perilaku konsumen Apa saja teori perilaku konsumen Apa itu strategi pemasaran Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi strategi pemasaran Tujuan Masalah Untuk mengetahui pengertian perilaku konsumen Untuk mengetahui pengertian strategi pemasaran Untuk mengetahui faktor strategi pemasaran dan teori perilaku konsumen BAB II PEMBAHASAN Pengertian perilaku konsumen Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan. Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian. Macam-macam Konsumen : 1. Personal Konsumen Konsumen ini membeli atau menggunakan barang atau jasa untuk pemggunannya sendiri. 2. Organizational Konsumen Konsumen ini membeli atau menggunakan jasa untuk memenuhi kebutuhan dan menjalankan organisasi tersebut. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen Menurut philip kotler dan gary armstrong (1996) keputusan pembelian dari pembeli sangat dipengaruhi oleh faktor kebudayaan, sosial, pribadi dan psokologi dari pembeli. Faktor budaya Faktor budaya memberikan pengaruh paling luas dan dalam pada perilaku konsumen. Perusahaan harus mengetahui peranan yang dimainkan oleh beberapa budaya, sub budaya dan kelas sosial pembeli. Faktor sosial Perilaku konsumen juga dipengaruhi oleh faktor sosial, seperti kelompok kecil, keluarga serta peranan dan status sosial konsumen. Perilaku seseorang dipengaruhi oleh banyak kelompok kecil. Faktor pribadi Keputusan pembelian juga dipengaruhi oleh karakteristik pribadi seperti umur dan tahapan daur hidup, pekerjaan, situasi ekonomi, gaya hidup, serta kepribadian dan konsep diri pembeli. Faktor psikologis Pemilihan barang yang dibeli seseorang lebih lanjut dipengaruhi oleh empat faktor psikologis yaitu motivasi, persepsi, pengetahuanserta kepercayaan. Adapun beberapa teori perilaku konsumen adalah sebagai berikut: Teori ekonomi mikro, teori ini beranggapan bahwa setiap konsumen akan berusaha memperoleh kepuasan maksimal. Teori psikologis, teori ini mendasarkan diri pada faktor-faktor psikologis individu yang dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan lingkungan. Teori antropologis, teori ini juga menekankan perilaku pembelian dari suatu kelompok masyarakat yang ruang lingkupnya sangat luas, seperti kebudayaan, kelas-kelas sosial dan sebagainya. Pendekatan perilaku konsumen Pendekatan nilai guna kardinal Pendekatan nilai guna kardinal atau sering disebut dengan teori nilai subyektif menganggap manfaat atau kenikmatan yang diperoleh seorang konsumen dapat dinyatakan secara kuantitatif/ dapat diukur, dimana keseimbangan konsumen dalam memaksimalkan kepuasan atas konsumsi berbagai macam barang, dilihat dari seberapa besar uang yang dikeluarkan untuk membeli unit tambahan dari berbagai jenis barang akan memberikan nilai guna marginal yang sama besarnya. Pendekatan nilai guna ordinal Pendekatan nilai guna ordinal atau sering juga disebut analisis kurva indeference menganggap bahwa manfaat yang diperoleh masyarakat dari mengkonsumsikan barang-barang tidak kuantitatif/ tidak dapat diukur. STRATEGI PEMASARAN Strategi adalah proses penentuan rencana para pemimpin puncak yang berfokus pada tujuan jangka panjang organisasi. Pemasaran adalah sekelompok aktivitas yang saling berkaitan yang dirancang untuk mengidentifikasi kebutuhan konsumen dan mengembangkan distribusi, promosi, dan penetapan harga serta pelayanan untuk memuaskan kebutuhan konsumen pada tingkat keuntungan tertentu. Strategi pemasaran merupakan hal yang sangat penting bagi perusahaan dimana strategi pemasaran merupakan suatu cara mencapai tujuan dari sebuah perusahaan. Langkah-langkah strategi pemasaran yang dapat diterapkan Kenalilah pelanggan Identifikasi target market anda akan membantu dalam menyusun strategi marketing yang efektif. Jadi dengan mengetahui siapa target market anda, maka akan terhindar dari terbuangnya waktu dan biaya yang sia-sia. Lakukanlah promosi Lakukan upaya promosi atau memperkenalkan produk bisnis kepada konsumen. Usahakan agar promosi yang dilakukan tersebut konsisten, terus menerus dan dengan cara-cara kreatif sehingga para pelanggan tidak merasa bosan. Pilih lokasi yang strategis Faktor penting dalam strategi pemasaran lainnya adalah masalah pemilihan tempat usahakan untuk memilih lokasi yang tepat, strategis, agar kesempatan bisnis anda untuk dapat diakses oleh pelanggan lebih terbuka. Gunakan internet marketing Internet marketing bisa jadi salah satu strategi marketing yang sangat efektif dan dapat mengetahui selera pelanggan dan kebutuhan pelanggan anda dengan menempatkan bisnis anda disitus jaringan sosial’ Jalin hubungan dengan pelanggan Memelihara pelanggan lama lebih mudah dibandingkan mendapatkan pelanggan baru. Unsur-unsur strategi pemasaran Unsur strategi pemasaran Segmentasi pasar, yaitu tindakan menidentifikasi dan membentuk kelompok pembeli atau konsumen secara terpisah. Masing-masing konsumen dibedakan menurut karakteristik kebutuhan produk dan bauran pemasaran sendiri. Targeting, yaitu tindakan memilih satu atau lebih segmen yang akan dimasuki. Positioning, yaitu menetapkan posisi pasar, tujuannya adalah untuk membangun dan mengkomunikasikan keunggulan produk yang ada dipasar kepada konsumen. Unsur taktik persaingan Differensiasi, yaitu pembeda antara produk sendiri dengan produk lain. Bauran pemasaran (marketing mix), yaitu meliputi produk,harga,promosi,dan tempat. Unsur nilai pemasaran Indentifikasi untuk membedakan satu produk dengan produk lain. Garansi atas kualitas dan kinerja dari produk yang akan dibeli. Prinsip-prinsip pemasaran Organisasi yang melakukan tugas atau kegiatan pemasaran. Barang-barang dan jasa yang dipasarkan. Pasar yang akan dituju. Perantara yang membantu dalam pertukaran barang dan jasa. Faktor lingkungan lainnya. Tujuan strategi pemasaran Meningkatkan kualitas koordinasi kepada tim pemasaran. Mengukur hasi pemasaran menurut standar prestasi yang belaku. Memberikan dasar yang masuk akal didalam setiap mengambil keputusan. Meningkatkan kemampuan dalam beradaptasi apabila terjadi perubahan dalam pemasaran. Jenis-jenis strategi pemasaran Assauri (2008:163) mengemukakan ada tiga jenis strategi pemasaran yang dapat dilakukan perusahaan yakni: Strategi pemasaran yang tidak membeda-bedakan pasar (undifferentiated marketing). Strategi jenis ini menganggap pasar adalah keseluruhan, sehingga perusahaan hanya memperhatikan kebutuhan secara umum. Produk yang dihasilkan dan dipasarkan seringkali hanya satu produk saja dan berusaha menarik konsumen dengan satu rencana pemasaran saja. Strategi pemasaran yang membeda-bedakan pasar (differentiated marketing). Strategi pemasaran ini melayani keperluan sebagian kelompok tertentu dengan satu jenis produk tertentu. Sehingga produsen atau perusahaan menghasilkan produk yang berbeda sesuai dengan segmen pasar. Strategi pemasaran yang terkonsentrasi (concentrated marketing) Strategi pemasara ini mengkhususkan pemasaran produk kepada sebagian segmen pasar dengan pertimbangan keterbatasan sumber daya yang ada di perusahaan. Fungsi strategi pemasaran Meningkatkan motivasi pengembangan bisnis Melihat peluang dengan cara berbeda adalah salah satu fungsi strategi pemasaran yang memengaruhi kelangsungan bisnis dimasa mendatang. Membuat koordinasi tim lebih efektif Dengan adanya strategi pemasaran, koordinasi tim menjadi lebih baik dan terarah untuk mencapai tujuan yang sama. Merumuskan tujuan perusahaan Tanpa tujuan yang jelas, perusahaan tidak akan berkembang. Mengawasi kegiatan pemasaran Untuk meningkatkan kualitas kegiatan pemasaran perusahaan yang jelas sehingga potensi dari setiap anggota bisa terdeteksi dan digunakan untuk mendukung perusahaan mencapai tujuan. BAB III PENUTUP Kesimpilan Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta mengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan. Sedangkan strategi pemasaran adalah hal yang sangat penting bagi perusahaan dimana strategi pemasaran merupakan suatu cara mencapai tujuan dari sebuah perusahaan. DAFTAR PUSTAKA Engel, James F, Black Well Roger D, Miniard Paul W..1994. Perilaku konsumen, Jakarta, Binarupa Aksara. Kotler, P. 1995. Manajemen Pemasaran; Analisa, Perencanaan, Implementasi dan pengendalian. Jilid I, Edisi Kedelapan, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.

Pengenalan terhadap perilaku konsumen dan strategi pemasaran

MAKALAH PENGENALAN TERHADAP PERILAKU KONSUMEN DAN STRATEGI PEMASARAN Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Perilaku Konsumen DOSEN PEMBIMBING Anjar Sulistyowati SE,MM DISUSUN OLEH: KELOMPOK I Taufiqur Rahman (18042084) Adhitian Mahasti Syamsal (18042081) Ita Hidayatus Sholihah (18042069) Juni Tiara Wulansari (18042063) Hilmidatul M (18042085) PRODI MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS ISLAM DARUL ‘ULUM LAMONGAN 2020 KATA PENGANTAR Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih dan Maha Penyanyang. Kami panjatkan puji syukur kehadirat-Nya yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, serta inayah-NyA kepada kami sehingga kami bisa menyelesaikan makalah Perilaku Konsumen tentang Pengenalan terhadap perilaku konsumen dan strategi pemasaran. Makalah ini sudah kami susun dengan maksimal dan mendapat bantuan dari berbagai pihak sehingga bisa memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini. Terlepas dari segala hal tersebut, Kami sadar sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karenanya kami dengan lapang dada menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ini. Lamongan, 18 Oktober 2020 Kelompok 1 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR i DAFTAR ISI ii BAB I PENDAHULUAN 1 1.1 Latar Belakang 1 1.2 Rumusan Masalah 2 1.3 Tujuan Masalah 2 BAB II PEMBAHASAN 3 2.1 Pengertian Perilaku Konsumen 3 2.2 Strategi Pemasaran Dan Proses Perilaku Konsumen 4 2.3 Analisis Pasar dan persaingan 6 2.4 Segmentasi Pasar 7 BAB III PENUTUP 9 3.1 Kesimpulan 9 3.2 Saran 10 BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Suatu organisasi harus mampu memahami perilaku konsumen untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Perilaku konsumen adalah kegiatan seseorang dalam membeli dan menggunakan produk barang atau jasa. Pemasaran yang memahami perilaku konsumen dapat menciptakan strategi pemasaran yang efektif. Untuk dapat memahami perilaku konsumen, pemasara harus mengetahui bagaimana konsumen melakukan keputusan pembelian. Pangkal tolak pemahaman perilaku konsumen adalah memahami perilaku pembelian yang merupakan reaksi atas rangsangan (stimulus) dari perusahaan. Sedangkan tugas pemasaran adalah memahami ciri-ciri pembeli dan proses keputusan pembeli. Keputusan pembelian oleh konsumen sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor budaya, kepribadian, sosial, dan psikologis. Sebagian besar faktor itu tidak bisa dikendalikan oleh pemasar, tetapi harus diperhitungkan sebagai karakteristik yang mempengaruhi perilaku pembelian. Suatu tujuan kegiatan pemasaran adalah mempengaruhi pembeli atau calon pembeli agar bersedia membeli produk perusahaan. Karena itu sangat penting bagi manajer pemasaran untuk mengetahui prilaku pembelian dan pola pembelian mereka, sehingga perusahaan dapat mengembangkan, menentukan harga, melakukan promosi dan mendistribusikan produknya secara lebih efektif. Rumusan Masalah Apa pengertian dari Perilaku Konsumen ? Bagimana Strategi Pemasaran Dan Proses Keputusan Konsumen ? Bagaimana cara menganalisis pasar dan persaingannya? Bagaimana segmentasi pasar? Tujuan Masalah Mengetahui pengertian dari perilaku konsumen Mengetahui strategi pemasaran dan proses keputusan konsumen Mengetahui cara menganalisis pasar dan persaingannya Mengetahui segmentasi pasar BAB II PEMBAHASAN Pengertian Perilaku Konsumen Bagi pemasar memahami cara konsumen mengambil keputusan adalah sangat penting, karena dengan memahami keputusan dan perilaku konsumen tersebut maka para pemasar maupun produsen dapat merumuskan kebijakan dan strateginya yang lebih baik di dalam memenuhi kebutuhan konsumen. Perilaku konsumen dapat didefinisikan sebagai tindakan yang dilakukan oleh individu, kelompok atau organisasi dalam mendapatkan, mengkonsumsi, dan menghabiskan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhannya, dan pengaruh dari proses ini bagi konsumen dan masyarakat. Aplikasi dari Perilaku Konsumen Semua strategi pemasaran dan taktiknya, dirancang berdasarkan kepercayaan secara eksplisit maupun implisit tentang perilaku konsumen. Keputusan yang diambil berdasarkan asumsi yang jelas, teori yang ada, dan riset lebih terbukti sukses dibanding dengan keputusan yang diambil hanya berdasrkan dugaan atau intuisi semata. Jadi pengetahuan tentang perilaku konsumen lebih memberikan keuntungan. Hal itu dapat mengurangi keganjilan dalam keputusan dan kegagalan pasar. Ragulatory policy (peraturan kebijakan) Kebijakan disusun untuk membangun, menerjemahkan, dan menerapkan peraturan yang dibuat sebagai perlindungan dan bantuan bagi konsumen Social Markrting (Pemasaran Untuk Kelayak) Social marketing digunakan untuk merubah atau menciptakan perlikau yang berefek positif pada target secara individual maupun masyarakat luas. Social marketing biasanya digunakan untuk mengkampanyekan usaha mengurangi rokok, imunisasi pada anak-anak, mengkampanyekan bahaya AIDS, bahaya narkoba serta hal lain yang sangat penting dan berhubungan dengan masyarakat luas. Informed Individuals (Informasi Untuk Individu) Masyarakat yang tinggal di negara berkembang, pada umumnya adalah masyarakat yang konsumtif. Kebanyakan penduduk pada masyarakat ini menggunakan lebih banyak waktu untuk kegiatan konsumsi dibandingkan kegiatan lainnya, termasuk tidur dan bekerja. Sehingga pengetahuan tentang perilaku konsumen dapat meningkatkan pemahaman kita terhadap lingkunagan dan diri kita sendiri. Pemahaman ini berguna bagi penduduk, membentuk perilaku pembelian yang efektif dan pertimbangan bisnis. Marketing Strategty (Strategi Pemasaran) pengertian strategi pemasaran adalah upaya memasarkan suatu produk, baik itu barang atau jasa, dengan menggunakan pola rencana dan taktik tertentu sehingga jumlah penjualan menjadi lebih tinggi Perilaku Konsumen dan Strategi Pemasaran Untuk dapat bertahan dalam kompetisi, perusahaan harus mampu memberikan keuntungan yang lebih kepada konsumen dibanding kompetitornya. Keuntungan konsumen adalah selisih antara manfaat yang dapat diambil dari produk dan semua biaya yang dilakukan untuk mendaptkan manfaat dari produk tersebut Esensi dari strategi pemasaran adalah menyediakan keuntungan bagi konsumen, mewajibkan organisasi untuk bekerja dengan baik untuk mengantisipasi dan mereaksi kebutuhan konsumen sebagi wujud dari kompetisi itu. Reaksi dari konsumen terhadap suatu produk menentukan sukses atau gagal dari sebuah produk. Strategi Pemasaran Dan Proses Keputusan Konsumen Memahami konsumen dan proses keputusan konsumen adalah sangat penting bagi pemasar agar dapat merumuskan strategi pemasaran dengan tepat, sebagaimana dikemukakan oleh Matin Khan (2006). Pengetahuan perilaku konsumen diterapkan dalam Manajemen Pemasaran. Sebuah pemahaman mengenai perilaku konsumen adalah penting untuk keberhasilan jangka panjang setiap program pemasaran. Hal ini adalah ujung tombak dalam konsep pemasaran yang menekankan pada keinginan dan kebutuhan konsumen, pemilihan target pasar, pemasaran terpadu dan keuntungan melalui kepuasan konsumen. Perilaku konsumen juga penting dalam organisasi non-profit dan organisasi sosial. Seperti organisasi dalam lembaga pemerintahan, organisasi keagamaan, organisasi universitas dan amal. Perilaku konsumen diterapkan untuk meningkatkan kinerja instansi pemerintah. Misalnya, kinerja pergerakan pemerintah dianggap kurang. Metode ini bisa ditingkatkan dengan mengetahui kebutuhan dan keinginan konsumen. Mendapatkan pengecekan dari mereka untuk suka atau ketidaksukaan mereka. Yang sama dapat diterapkan pada organisasi lain seperti universitas dan organisasi amal. Perilaku konsumen juga membantu dalam pemasaran berbagai barang adalah barang langka. Orang disadarkan bahwa gas, bahan bakar, air dan sumber daya alam barang langka. Konsumen didorong untuk mengurangi konsumsi komoditas tersebut. Manfaat konsumen dari penyelidikan perilaku mereka sendiri. Ketika konsumen belajar banyak variabel yang mempengaruhi perilakunya. Dia akan dididik dan memahami berdiri lebih baik bagaimana efek perilakunya sendiri. Apa yang dipelajari tentang prilaku konsumen juga menguntungkan konsumen dalam arti formal. Strategi pemasaran bertujuan untuk mempengaruhi proses keputusan yang akan dilakukan oleh konsumen. Keputusan konsumen ini tentu bertujuan untuk memenuhi kebutuhan individu sehingga mencapai kesejahteraannya dan perusahaan pun harus mampu memberikan kesejahteraan kepada perusahaan dan masyarakat. Merumuskan strategi pemasaran dimulai dengan menganalisis pasar. Analisis pasar mengharuskan sebuah perusahaan menganalisis kemampuan organisasinya, kelemahannya, dan kekuatannya dari para pesaing. Pengelompokan pasar atau segmen konsumen ini digambarkan sesuai perspektif dan demografi, referensi media, lokasi tempat tinggal, atau geografis dan sebagainya. Selanjutnya perusahaan akan memilih satu atau lebih segmen konsumen sebagai sasaran pasar berdasarkan kemampuan pasar dibandingkan dengan pesaing. Selanjutnya strategi pemasaran akan dirumuskan. Strategi pemasaran menyediakan pelanggan dengan memberikan nilai lebih dibandingkan pesaingnya namun tetap menghasilkan laba bagi perusahaan. Strategi pemasaran dirumuskan dengan menyusun bauran perusahaan, yaitu menentukan fitur produk, menetapkan harga, melakukan komunikasi dengan pelanggan, mendistribusikan barang dan jasa tersebut, dan memberikan pelayanan, sehingga konsumen mendapatkan nilai yang sangat tinggi. Analisis pasar mengharuskan memahami kemampuan diri sendiri dari sebuah perusahaan dan memahami kemampuan pesaing dimasa depan maupun masa sekarang serta harus memahami proses konsumsi dari pelanggan potensial, serta mampu memahami lingkungan ekonomi,lingkungan fisik dan lingkungan teknologi keseluruhan sebagai tempat dimana akan berinteraksi. Apa yang dibutuhkan konsumen atau pelanggan, maka perusahaan harus mampu memahami konsumen dengan rinci. 2.3 Analisis Pasar dan pesaingannya Analisis pasar Analisis perusahaan adalah memahami apa kekuatan dan kelemahan perusahaan dari sumberdaya manusia dan teknologi yang dimilikinya serta budaya dan sistem kerja yang telah dibangunnya. Perusahaan harus memahami sepenuhnya kemampuannya untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Perusahaan harus mengevaluasi semua aspek dari perusahaan yang meliputi kondisi keuangan, keahlian utama yang dimilikinya,kemampuan berproduksi, kemampuan penelitian dan pengembangan, dan penguasaan teknologi, reputasi, dan keahlian pemasaran. Perusahaan harus mampu mengembangkan produk baru. Perusahaan harus mampu melakukan saluran pemasaran dengan baik, memiliki kemampuan berkomunikasi dan merancang iklan, kemampuan memberikan pelayanan, serta kemampuan riset pemasaran, serta pengetahuan mengenai pelanggan dan pasar. Pesaing Perusahaan harus mampu memahami kekuatan dan kelemahan pesaing. Ketidakmampuan memahami pesaing menyebabkan perusahaan tidak akan mampu memenuhi kebutuhan konsumen. Oleh karena itu perusahaan harus mampu memiliki pengetahuan yang sama dengan para pesaingnya. Perusahaan harus mampu menganalisis pesaingnya dengan bahan berikut: Jika sebuah perusahaan sukses maka kita harus mengetahui perusahaan mana yang terkena dampaknya sehingga perusahaan tersebut kehilangan penjualannya. Perusahaan-perusahaan yang terkena dampak maka cari dari perusahan-perusahan tersebut yang mampu memiliki keuangan yang sangat baik, memiliki pasar yang sangat baik, dan yang mampu bereaksi Bagaimana mereka bereaksi? Apakah menurunkan harga? Meningkatkan iklan atau memperkenalkan produk baru? Apakah rencana strategi kita mampu bertahan dengan serangan para kompititor atau kita harus merumuskan perencanaan yang lain? Analisis berikutnya yang sangat penting adalah analisis situasi lingkungan. Lingkungan ekonomi, lingkungan fisik, peraturan pemerintah serta perkembangan teknologi akan mempengaruhi kebutuhan konsumen. Harapan konsumen juga akan mempengaruhi kemampuan perusahaan kita dan para pesaing. Lingkungan alam yang semakin buruk telah menyebabkan cepatnya permintaan konsumen terhadap produk-produk yang akan mempengaruhi lingkungan sehingga pemerintahpun bereaksi dengan kondisi tersebut dengan memberlakukan peraturan perundangan yang mengharuskan kepedulian perusahaan terhadap lingkungan yang ramah. 2.4 Segmentasi Pasar Segmentasi pasar adalah bagian dari pasar yang lebih besar, yang kebutuhannya sedikit berbeda dibanding pasar yang lebih besar. Karena segmen pasar mempunyai kebutuhan yang unik, perusahaan yang mengkhususkan produk untuk segmen ini semata, akan lebih dapat memenuhi keinginan konsumen dibanding perusahaan yang meproduksi barang untuk segmen yang luas. Agar dapat terus berjalan segmen pasar khusus harus luas agar tetap dapat memberikan keuntungan. Ada 4 langkah dalam melakukan segmentasi yaitu: Mengidentifikasi sekelompok kebutuhan yang dikaitkan dengan produk Mengelompokan pelanggan dengan kebutuhan yang sama, Mendiskripsikan masing-masing kelompok Memilih segmen yang menarik untuk dilayani. Langkah pertama kebutuhan pelanggan tidak hanya dibatasi kepada gambar produk. Kebutuhan tersebut meliputi tipe dan sumber informasi tentang produk, outlet dimana produk tersedia, harga produk, layanan untuk produk tersebut, citra produk atau perusahaan, bahkan dimana dan bagaimana produk tersebut dibuat.Perusahaan sering melakukan penelitian untuk dapat mengidentifikasi kebutuhan tersebut. Penelitian dapat dilakukan menggunakan fokus group maupun wawancara mendalam. Penelitian juga dilakukan dengan menggunakan intuisi dan logika berpikir. Langkah kedua mengidentifikasi pelanggan dengan kebutuhan yang sama. Tahap selanjutnya dari proses segmentasi adalah mengelompokan pelanggan atau konsumen dengan kebutuhan yang sama atau mirip. Misalnya, kebutuhan akan makan semua orang membutuhkan makan agar semua bisa hidup namun dari kelompok ini kita bisa membedakan lagi makanan pokok apa yang biasanya dikonsumsi oleh pelanggan tersebut. Kita bisa mengelompokan orang yang membutuhkan pangan pokok beras, terigu maupun kentang. Mengidentifikasi kebutuhan dengan mengidentifikasi pelanggan dengan kebutuhan yang sama melibatkan penelitian konsumen yang meliputi wawancara fokus group, survey ataupun uji produk konsep. Penelitian ini juga dapat menganalisis pola konsumsi terkini. Langkah ketiga adalah mendiskripsikan setiap kelompok segmen. Apabila kita telah mengidentifikasi kebutuhan yang sama dari sebuah kelompok maka pelanggan tersebut harus didiskripsikan faktor demografinya, gaya hidupnya, dan penggunaan medianya. Agar perusahaan mampu merancang pemasaran yang efektif maka perusahaan harus memahami sepenuhnya pelanggan potensial mereka, hanya dengan memahami sepenuhnya pelanggan kita, maka kita dapat dengan tepat mengidentifikasi kebutuhan mereka. Langkah keempat adalah memilih segmen yang menarik untuk dilayani. Apabila perusahaan telah memahami setiap segmen konsumen maka kita harus memilih sasaran pasar yaitu segmen yang merupakansebagian segmen dari sebagian pasar yang sangat besar yag akan kita jadikan sasaran atau fokus kita. Didalam strategi pemasaran, keputusan ini harus didasarkan kepada kemampuan perusahaan untuk memberikan nilai pelanggan yang superior kepada kelompok segmen konsumen tersebut. BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Perilaku konsumen dapat didefinisikan sebagai tindakan yang dilakukan oleh individu, kelompok atau organisasi dalam mendapatkan, mengkonsumsi, dan menghabiskan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhannya, dan pengaruh dari proses ini bagi konsumen dan masyarakat. Aplikasi dari Perilaku Konsumen Ragulatory policy (peraturan kebijakan) Social Markrting (Pemasaran Untuk Kelayak) Informed Individuals (Informasi Untuk Individu) Marketing Strategty (Strategi Pemasaran) Memahami konsumen dan proses keputusan konsumen adalah sangat penting bagi pemasar agar dapat merumuskan strategi pemasaran dengan tepat, sebagaimana dikemukakan oleh Matin Khan (2006). Pengetahuan perilaku konsumen diterapkan dalam Manajemen Pemasaran. Perilaku konsumen juga penting dalam organisasi non-profit dan organisasi sosial. Perilaku konsumen diterapkan untuk meningkatkan kinerja instansi pemerintah. Perilaku konsumen juga membantu dalam pemasaran berbagai barang adalah barang langka. Manfaat konsumen dari penyelidikan perilaku mereka sendiri. Analisis perusahaan adalah memahami apa kekuatan dan kelemahan perusahaan dari sumberdaya manusia dan teknologi yang dimilikinya serta budaya dan sistem kerja yang telah dibangunnya. Perusahaan harus mampu menganalisis pesaingnya dengan bahan berikut: Jika sebuah perusahaan sukses maka kita harus mengetahui perusahaan mana yang terkena dampaknya sehingga perusahaan tersebut kehilangan penjualannya. Perusahaan-perusahaan yang terkena dampak maka cari dari perusahan-perusahan tersebut yang mampu memiliki keuangan yang sangat baik, memiliki pasar yang sangat baik, dan yang mampu bereaksi Bagaimana mereka bereaksi? Apakah menurunkan harga? Meningkatkan iklan atau memperkenalkan produk baru? Apakah rencana strategi kita mampu bertahan dengan serangan para kompititor atau kita harus merumuskan perencanaan yang lain? Segmentasi pasar adalah bagian dari pasar yang lebih besar, yang kebutuhannya sedikit berbeda dibanding pasar yang lebih besar. Karena segmen pasar mempunyai kebutuhan yang unik, perusahaan yang mengkhususkan produk untuk segmen ini semata, akan lebih dapat memenuhi keinginan konsumen dibanding perusahaan yang meproduksi barang untuk segmen yang luas. 3.2 Saran Makalah ini masih banyak kekurangan, baik dari kapasitas materinya yang kurang ataupun dari segi bahasanya. Maka dari itu untuk perbaikan makalah-makalah yang selanjutnya, mohon kritik dan saran yang membangun sebagai bahan instropeksi kami dalam penyusunan sebuah makalah.

Kamis, 06 Agustus 2020

RUMAH TANGGA ITU IBARAT NGOPI... Berumah tangga itu ibarat ngopi. Takarannya gak melulu pas. Kadang manisnya lebih terasa, suatu waktu pahitnya pun dominan. Jangan kau hindari. Nikmati saja hingga suatu saat kau terbiasa. Ketika rumah tanggamu sudah jadi candu bagimu, maka percayalah bahwa gak ada regukan yg lebih nikmat di luar sana. Berumah tangga itu ibarat ngopi. Harga kopi di kafe tentu beda dengan harga kopi di warung, meski rasanya sama. Karena yg dibeli sebenarnya bukan semata-mata kopinya, melainkan suasananya. Karena itu mahalkanlah suasana rumah tanggamu. Buatlah berkualitas setiap waktu kebersamaanmu. Berumah tangga itu ibarat ngopi. Jika kau hanya mau manisnya saja, jangan ngopi, tapi minumlah sirup. Sirup adalah rasa manis yg dinikmati oleh mereka yg memutuskan pilihan hidup single. Gak ada pilihan lain selain manis. Memang manis, tapi tentu saja gak senikmat kopi. Demikian pula jika kau hanya menikmati sensasi pahitnya saja. Jangan ngopi, tapi minumlah jamu. Nah itulah jomblo. Berumah tangga itu ibarat ngopi. Para pengopi adalah orang-orang yg terlatih dalam menakar hidup. Istri pemasak airnya, suami baristanya. Dibutuhkan kerja sama yg cermat mulai dari proses hingga hasil. Orang-orang hanya boleh melihat asap yg mengepul dan aroma yg wangi, tanpa perlu tau gimana berantakannya dapurmu. Berumah tangga itu ibarat ngopi. Soal rasa yg utama. Nikmatnya ada di permukaan, ampasnya cukup kau sembunyikan, jika perlu endapkan hingga ke dasar terdalam gelasmu. Jangan kau umbar pada siapapun bahkan ke orang-orang terdekatmu. Jika rumah tanggamu ibarat kafe besar, tentu saja konyol membagi rahasia racikanmu. Berumah tangga itu ibarat ngopi. Kadangkala ada pihak ke tiga yg mencampuri, otomatis menambah gurih, tapi bisa pula sebaliknya. Taruhlah seperti krimer atau susu. Jika krimer atau susunya kebanyakan, maka berpotensi mengurangi kenikmatan. Krimer itu bisa berwujud saudara atau ipar-ipar, sementara susu itu anggap saja mertua. Campuran lain yg mematikan adalah sianida. Kalo yg ini sudah pasti mantan. Maka buang jauh-jauh. Pastikan gelasnya bersih sebelum menuang kopi yg baru. Berumah tangga itu ibarat ngopi. Kau tentu gak sudi jika ada yg mencoba mengaduk kopi di gelas istrimu. Tapi sebaiknya kembalikan juga pada dirimu, apa kau yakin gak pernah menikmati adukan kopi yg lain? Demikianlah cemburu. Akarnya adalah ketidaknyamanan. Jangan sepelekan selingkuh-selingkuh kecil, karena ia adalah awal pengkhianatan terhadap kasih sayang. Berumah tangga itu ibarat ngopi. Jangan berharap kesempurnaan pada segelas kopi yg murahan. Jangan menuntut berlebihan, jika kau sendiri main belakang. Kau tanamkan pada istrimu definisi setia, sementara kau sibuk menjempol foto profil wanita. Jika bersama, kau bermanja-manja, oh my wife.. Oh my wife.. Tapi jika ia gak ada, kau berasyik masyuk dengan bigo live. Lalu kesetiaan mana yg kau maksud? Berumah tangga itu ibarat ngopi. Kebanyakan ngopi di kafe, niscaya akan membuatmu merasa hambar pada kopi di rumah. Kebanyakan urusan di luar, biasanya akan membuatmu gak peka pada masalah internal. Jika istrimu bermuka masam, cari tau jangan hanya diam. Mungkin ia lelah, mungkin pula kau ada salah. Sekali-sekali, rengkuhlah ia dari belakang, belai rambutnya, dan bisikkan lembut di telinganya: "Sayang.. Postingan tas yg waktu itu kau jempol di olshop, sekarang sudah pre order loh. Mau aku transferin?" Kopi boleh pahit, rumah tanggamu jangan.. —

Rabu, 03 Juni 2020

Pidato bahasa jawa

Engkang kito agungaken poro alim ulama’.
Wabil khusus, dhumateng  panjenenganipun  KH. Miftahul Mufid Mag.
Ingkang kito  mulyaaken  bapak maskun S E. Spd.
Ingkang minulyo Hj. Kartika hidayati, M.M,MHP.
Ingkang minulyo Bpk KADES.
Lan sedanten dewan guru, tokoh masyarakat, ugi wali santri, sedoyo alumni. lan poro hadirin sedoyo, ingkang bahagia.
Pertama tama, monggo kito aturaken puja lan puji syukur dhumateng  allah swt, kelawan pengucap   الحمدلله رب العالمين       senaoso  nikmat lan rohmat allah meniko, kito saget kempal  ngeraosi  adicoro Haflah akhirusanah SMP, MA  diniyah Gowah Turi lamongan ,  wakdal  enjing  meniko.
Engkang ke kali, sholawat ugi salam mugi kaunjuk dhumateng  nabi muhammad saw, kanti pengucap      اللَّهُمَّ صَلِى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدْ  
  Selami suryo meniko tasek menyinari kota mekkah, ugi rembulan meniko menerangi kota madinah.
Hadirin engkang bahagia.
Al qur’an meniko wahyu engkang sampun dipun paringaken allah swt, dhumateng nabi muhammad saw, damel penerang lan pitedah, ugi pedoman lan rohmat engkang kekal abadi, sarono dados  mukjizat lan bukti keleresanipun kautuse rosulullah saw. Allah ngutus dumateng kito supadoso ngelanggengaken maos al qur’an, dawuhipun allah ingdalem al qur’an  surat al kahfi ayat 27 : ( kale doso pitu )
وَاتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنْ كِتَابِ رَبِّكَ ۖ لَا مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِهِ وَلَنْ تَجِدَ مِنْ دُونِهِ مُلْتَحَدًا
Engkang  artosipun  : mocoho o siro muhammad ing opo kang wes den dawuhaken maring siro , hiyo iku kitab al qur’an , ora ono salah sawijine wong kang iso ngerubah ukoro ukorone, lan ora ono ngon berlindung sing siro temu, kejobo saking allah.
Sekedik sanget, tiang engkang ngelanggegaken maos al qur’an amergi males. Mengertosi  al qur’an niku kata kandunganipun, engkang saget damel  pitedah gesang wonten dunyo. Ugi sebagian tiang meniko ngeraos mboten ngadah wadal kangge maos al qur’an .  mangertosi bilih ngaos al qur’an  meniko katah sanget keutamaannipun. Salah setunggal inggih meniko maos setunggal huruf mawon niku, diganjar  setunggal amal kesaenan engkang dipun tikelaken dados sedoso kesaenan, ugi al qur’an niku sanget dados syafaat, pitulung dateng ahlinipun mbenjeng dinten qiyamat, lan tasek katah sanget keutamaanipun.
Hadirin engkang dirahmati allah..
Saklintunipun maos puniko , supados sanget luweh celak dumateng al qur’an inggih meniko dipun apalaken , kito sedoyo sampun semerap, beleh al qur’an meniko salah setunggalipun kitab suci, ingkang kareksan kanti sae dumugi lafadz ugi kandunganipun. Allah ngerekso al qur’an  puniko salah setunggalipun kanti mulyaaken penghafalipun, lan pinten’’ keutamaanipun tiang ingkang hafal al qur’an meniko :
1. Manahipun ampun nate kosong saking cahayanipun al qur’an.
2. Poro penghafal al qur’an meniko benjeng dipun paringi mahkota engkang dipun anggeaken ten piyambaipun, rasulullah dawuh : al qur’an meniko benjeng dinten qiyamat nyuwun ten gusti allah sipados maringi mahkota lan jubbah kemulyan maring penghafalipun, ugi ditambahipun bertambah kesaeanipun sakeng saben ayat ingkang dipun waos.
3. Dipun panggenaken paling inggil ten suwargo, mugi mugio allah ndadosaken kito kawulo ingkang remen dumateg  firmanipun, kelawan ngaos atawinipun saget ngafalaken , anging meniko saget ngamalaken niku ingkat dados langkung sae.
Mekaten engakang  saget kito aturaken  dumateng panjenenganipun sedoyo, ugi kito piyambak , selajengipun kito nyuwun agungipun pengapunten menawi katah kekirangan milai awal ngantos akhir.

Selasa, 19 Mei 2020

Wirid dan diba'

 MAKALAH
Wirid dan dhiba’


Dosen pembimbing :


NAMA KELOMPOK :
1. Fahmi yoga pratama (18042071)
2. Maghfirotul laili h. (18042087)


UNIVERSITAS DARRUL ‘ULUM LAMONGAN
FAKULTAS EKONOMI
JURUSAN MANAGEMENT
TAHUN 2020

KATA PENGANTAR

Puji syukur Alhamdulillah kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena telah melimpahkan rahmat-Nya berupa kesempatan dan pengentahuan sehingga makalah ini bisa selesai pada waktunya.
Terima Kasih juga kami ucapkan kepada teman-teman yang telah berkontribusi dengan memberikan ide-idenya sehingga makalah ini bisa disusun dengan baik dan rapi.
Kami berharap semoga makalah ini bisa menambah pengetahuan para pembaca.Namun terlepas dari itu, kami memahami bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna, sehingga kami sangat mengharapkan kritik serta saran yang bersifat membangun demi terciptanya makalah selanjutnya yang lebih baik lagi.




Lamongan, 23  Maret 2020



Penyusun






DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang 1
Rumusan Masalah 1
Tujuan Penulisan 1
BAB II PEMBAHASAN
Pengertian wirid 2
Pengertian dhiba 3
Hukum wirid dan dhiba 4
Manfaat wirid dan dhiba 5
BAB III PENUTUP
Kesimpulan 6
Saran 6
DAFTAR PUSTAKA


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Dalam kehidupan sehari-hari agama sudah menjadi kebutuhan bagi manusia. Agama berperan penting dalam memberi arah menuju Tuhan sebagai keseimbangan dan kelangsungan hidup manusia. Agama juga bisa dikatakan sebagai way of life karena menjadi pedoman hidup manusia. Agama juga memiliki fungsi tersendiri bagi manusia baik sebagai fungsi sosial maupun individu. Fungsi tersebut mempunyai kekuatan yang besar dalam menggerakan komunitas sosial.
Namun, dalam realitasnya terkadang mengalami kesulitan untuk membedakan antara keduanya karena secara sadar maupun tidak terjadi pencampuradukan makna antara agama yang murni bersumber dari Tuhan dengan pemikiran agama yang bersumber dari manusia. Perkembangan selanjutnya, hasil dari pemikiran agama tidak jarang telah berubah menjadi agama itu sendiri, sehingga ia seakan-akan disakralkan dan berubah menjadi sebuah tradisi keagamaan bagi masyarakat.

B. Rumusan masalah
a. Apa pengertian dari wirid?
b. Apa pengertian dhiba?
c. Apa hukum wirid dan dhiba?
d. Apa manfaat wirid dan dhiba?
C. Tujuan
a. Mengetahui pengertian wirid.
b. Mengetahui pengertian dhiba.
c. Mengetahui Hukum wirid dan dhiba.
d. Mengetahui Manfaat wirid dan dhiba.

BAB II
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN WIRID
Wirid secara bahasa “ingat” sedangkan  menurut istilah “mengingat Allah SWT”.
 Yang dimaksud wirid ialah perbuatan seorang hamba yang berbentuk ibadah,lahir dan batin. Hasil nya adalah dinamakan “WARID” Sedangkan Al Warid yaitu karunia Allah ke dalam batinnya si hamba menyerupai cahaya yang halus, pemahaman, keterangan, kesenangan  beribadah, taufik  dan  lain-lain  anugrah  dari  Allah. Semuanya sebagai karunia Allah yang wujudnya dalam ibadah si hamba. Adapun wirid yaitu amalan yang dikerjakan di dunia secara tetap dan tertib di dunia ini juga berupa ibadah secara tertib termasuk zikir yang dikerjakan terus menerus, tidak pernah ditinggalkan. Kenikmatan warid itu berkelanjutan hingga hari akhirat. Antara Wirid dan Al Warid memiliki kaitan yang kuat. Apabila Al Warid itu karunia Allah maka Wirid yaitu ibadah yang tetap dan tertib.
Orang yang melakukan wirid dalam ibadah, yaitu orang yang memelihara hubungannya dengan Allah secara tetap, tidak pernah tertutup dalam ketika dan waktu yang tetap pula. Dalam keadaan apa pun dan di manapun, ia senantiasa menjaga ibadah rutinnya itu dengan baik dan dikerjakan sebagus-bagusnya. misal ibadah yang diwiridkan mirip salat sunah yang dipilih untuk diwirid, zikir yang diwiridkan, puasa sunat yang diwiridkan, dan lain-lainnya. Hamba yang wirid selalu membasahi jiwa dan lidahnya dengan zikrullah. Karena dikerjakan secara rutin, maka ibadah tersebut sudah menjadi kebiasaan serta dikerjakan dengan bahagia hati dan dirasakan kenikmatannya. Kedua-duanya, Wirid dan Warid  menyerupai saudara kembar yang saling berlomba menjadi ibadah yang sangat dicintai untuk mendapat keridaan Allah swt. Yang satu (wirid) ibadah untuk menghiasi lahir yang satu ibadah (warid) untuk menghiasi batin. Wirid yaitu hak Allah yang diperintahkan semoga diamalkan oleh para hamba. Sedangkan Warid yaitu hak hamba yang disampaikan kepada Allah swt. Menghidupkan wirid dalam hidup hamba Allah diperlukan, semoga si hamba tetap kontak dengan Allah di waktu-waktu yang sudah ditentukan oleh si hamba sendiri. Sebab amal ibadah yang paling baik, ialah dikerjakan terus menerus, walaupun sedikit (kecil). Amal mirip ini sangat disukai oleh Allah .
Diriwayatkan sebenarnya Al Jundi yaitu spesialis makrifat yang membiasakan dirinya membaca Al-Qur'an dalam waktu yang sudah diputuskan, sehingga waktu ia.wafat bertepatan dengan ia menghatamkan Al-Qur'an, dan menghatamkan bacaannya di ketika itu. Disebutkan juga dalam beberapa riwayat oleh Abu Qasim Ad Daraj, bahwa Al Jundi yaitu spesialis makrifat yang bahagia diberibadah dan mewiridkan ibadah-ibadahnya itu, dan ia mendapat inayah lantaran wiridan atas ibadahnya itu. Abu Talib Al Makky berkata: "Orang yang senantiasa men-dawam-kan (membiasakan ibadah rutin), termasuk tabiat orang diberiman, dan jalan para abidin, alasannya cara ini akan memperkokoh iman, termasuk hal ini juga yang menjadi amalan Rasulullah saw. Di samping wirid yang dikerjakan secara tetap dan tertib, seorang hamba memerlukan warid, yang disebut imdad, artinya warid yang tidak terputus-putus dan senantiasa bersambung yang dipersiapkan. melaluiataubersamaini persiapan melalui wirid ini barulah warid itu masuk menjadi hiasan kalbu para jago makrifat. Tanpa wirid maka tidak ada warid.
Syekh Ahmad Ataillah membuktikan lagi:
“Masuknya Warid imdad berdasarkan persiapannya (wirid), dan terbitnya cahaya atas hati sesuai kemembersihkanan hati itu pula.”
Warid itu sanggup memasuki hati dan rasa seorang hamba, apabila hati si hamba sudah membersihkan dari imbas duniawi yang meresahkan dan mengendorkan iman. Hati akan menjadi membersihkan berdasarkan wirid yang di lakukan oleh si hamba dengan terus menerus, tertib, dan kontinyu. Memelihara terlaksananya wirid sangat diharapkan bagi terangnya hati insan dengan nurullah.

B. PENGERTIAN DHIBA’
Diba’ adalah tradisi membaca atau melantunkan sholawat kepada nabi Muhammad yang dilakukan oleh masyarakat NU. Pembacaan sholawat dilakukan bersama secara bergantian. Ada bagian dibaca biasa, namun pada bagian-bagian lain lebih banyak menggunakan lagu. Istilah diba’an mengacu pada kitab berisi syair pujian karya al-Imam al-Jaliil as-Sayyid as-Syaikh Abu Muhammad Abdurrahman ad-Diba’iy asy-Syaibani az-Zubaidi al-Hasaniy. Kitab tersebut secara populer dikenal dengan nama kitab Maulid Diba’. Pembacaan syair-syair pujian ini biasanya dilakukan pada bulan maulud (Rabiul Awal) sebagai rangkaian peringatan maulid Nabi. Di sejumlah desa di Jawa, pembacaan syair maulid dilakukan setiap minggu secara bergilir dari rumah ke rumah. Seperti halnya pembacaan kitab al-Barzanji, al-Burdah, dan Manaqib Syaikh Abdul Qadir al-Jailani, pembacaan Diba’ atau biasa disebut diba’an juga dilakukan saat hajatan kelahiran anak, pernikahan, khitanan, tingkeban, ketika menghadapi kesulitan dan musibah, atau untuk memenuhi nazar.Kitab Diba’ adalah salah satu dari sekian banyak kitab klasik yang tidak masuk di dalam pengajaran pesantren, namun akrab dan populer digunakan oleh masyarakat pesantren.
Tentang Syaikh Abu Muhammad Abdurrahman ad-Diba’iy :
Syaikh Abu Muhammad Abdurrahman ad-Diba’iy lahir pada hari ke-4 bulan Muharram tahun 866 H dan wafat hari Jumat 12 Rajab tahun 944 H. Dia adalah seorang ulama hadits terkemuka dan mencapai tingkatan hafidz dalam ilmu hadits, yaitu seorang yang menghafal 100.000 hadits lengkap dengan sanadnya. Selain ahli ilmu hadis, Syaikh Abu Muhammad Abdurrahman ad-Diba’iy juga seorang muarrikh atau ahli sejarah. Beberapa di antara sekian banyak kitab karangannya ialah Taisirul Wusul ila Jaami`il Usul min Haditsir Rasul, Qurratul ‘Uyun fi Akhbaril Yaman al-Maimun, Bughyatul Mustafid fi akhbar madinat Zabid, dan lain-lain.Tradisi membaca syair pujian dari kitab Maulid Diba’ ini (selain al-Barzanji dan al-Burdah) adalah salah satu tradisi yang menjadi sasaran kritik kaum puritan. Kaum puritan menolak peringatan maulid apalagi disertai dengan ritual-ritual pembacaan puji-pujian. Mereka menganggap peringatan maulid yang dilakukan dengan cara membaca kitab-kitab tersebut adalah perbuatan bid’ah.
Selain dianggap tidak dicontohkan oleh Nabi, kaum puritan juga menganggap isi atau apa yang dibaca dalam tradisi diba’an adalah kisah-kisah palsu dan pujian berlebihan sehingga merupakan syirik. Di tengah acara diba’an atau berzanjen ada ritual berdiri atau yang populer disebut dengan istilah “srakalan” atau “marhabanan” yakni ketika pembacaan kitab sampai pada kalimat “Asyaraqal badru ‘alaina”. Pada saat ini semua hadirin berdiri.  Perkara berdiri pada saat seperti ini pernah dibahas dalam Muktamar NU, yakni pada Muktamar NU ke V tahun 1930 di Pekalongan. Batsul masail pada muktamar ini memutuskan bahwa berdiri ketika berzanjen/diba’an hukumnya sunnah, termasuk ‘uruf syar’i.


C. HUKUM WIRID DAN DHIBA’
Ada sebuah maqalah yang mengatakan bahwa “ man laysa lahu wirdun fahuwa qirdun”,barang siapa yang tidak wiridan, maka dia seperti monyet. Memang jika diangan-angan salah satu kewajiban manusia adalah mengingat Sang Khaliq. Apabila seseorang tidak pernah mengingat (wirid) Sang Khaliq maka orang itu bagaikan seekor monyet yang tidak tahu diri dan tidak mengerti balas budi.
Begitulah perintah Allah swt dalam surat an-Nisa’ ayat 103 diterangkan:
فَإِذَا قَضَيْتُمُ ٱلصَّلَوٰةَ فَٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ قِيَٰمًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِكُمْ ۚ فَإِذَا ٱطْمَأْنَنتُمْ فَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ ۚ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ كَانَتْ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ كِتَٰبًا مَّوْقُوتًا
Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring.
    Secara praktis, melatih membiasakan wirid dapat dimulai dari hal yang paling kecil dan sederhana. Misalkan dengan meluangkan waktu setelah shalat fardhu membaca istighfar sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah saw dalam haditsnya.
Tsauban bercerita, “Jika Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam selesai shalat beliau beristighfar tiga kali, lalu membaca “Allahumma antas salam wa minkas salam tabarokta ya dzal jalali wal ikrom”. Al-Walid (salah satu perawi hadits) bertanya kepada al-Auza’i, “Bagaimanakah (redaksi) istighfar beliau?”. “Astaghfirullah, astaghfirullah” jawab al-Auza’i.
Hukuman Membaca Diba'iyyah dan Shalawatan membaca shalawat Diba’iyyah atau shalawat yang lain menurut pendapat yang tersohor di kalangan Jumhurul Ulama adalah sunnah Muakkadah. Kesunatan membaca shalawat ini didasarkan pada beberapa dalil, antara lain:
a. Firman Allah SWT Artinya :
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan sampaikanlan salatu penghormatan kepadanya. (QS.AI-Ahzab:56)
b. Sabda Nabi SAW :
( ماجه ابن رواه) وزكاة لكم كفارة علي الصلاةفإن علي صلوا
Artinya : “Bershalawatlah kamu untukku, karena membaca shalawat untukku bisa mengahapus dosamu dan bisa membersihkan pribadimu”. (HR. lbnu Majah)
c. Sabda Nabi SAW :
  [رواهالديلمي] القيامة. يوم لك نور علي صلاتكم فإن علي بالصلاة مجالسكم زينوا
Artinya: “Hiasilah tempat-tempat pertemuanmu dengan bacaan shalawat untukku, karena sesungguhnya bacaan shalwat untukku itu menjadi cahaya bagimu pada hari kiamat”. (HR. Ad-Dailami).
D. MANFAAT WIRID DAN DHIBA’
Seseorang yang ahli membaca shalawat akan diberi anugerah oleh Allah, antara lain :
a. Dikabul kan do’anya :
“Setiap do’a adalah terhalang, sehingga dimulai dengan memuji kepada Allah dan bershalawat kepada Nabi, kemudian baru berdo'a dan akan dikabulkan do’a itu”. (HR. Nasa’i).
b. Peluang untuk mendapat syafa'a Nabi pada hari kiamat.
c. Dihilang kan kesusahan dan kesulitannya.

BAB III

KESIMPULAN
Wirid secara bahasa “ingat” sedangkan  menurut istilah “mengingat Allah SWT”. Yang dimaksud wirid ialah perbuatan seorang hamba yang berbentuk ibadah,lahir dan batin. Hasil nya adalah dinamakan “WARID” Sedangkan Al Warid yaitu karunia Allah ke dalam batinnya si hamba menyerupai cahaya yang halus, pemahaman, keterangan, kesenangan  beribadah, taufik  dan  lain-lain  anugrah  dari  Allah.
Hukuman Membaca Diba'iyyah dan Shalawatan membaca shalawat Diba’iyyah atau shalawat yang lain menurut pendapat yang tersohor di kalangan Jumhurul Ulama adalah sunnah Muakkadah.
Diba’ adalah tradisi membaca atau melantunkan sholawat kepada nabi Muhammad yang dilakukan oleh masyarakat NU. Pembacaan sholawat dilakukan bersama secara bergantian. Ada bagian dibaca biasa, namun pada bagian-bagian lain lebih banyak menggunakan lagu.
Manfaat wirid dan diba’
a. Dikabul kan do’anya
 “Setiap do’a adalah terhalang, sehingga dimulai dengan memuji kepada Allah dan bershalawat kepada Nabi, kemudian baru berdo'a dan akan dikabulkan do’a itu”. (HR. Nasa’i).
b. Peluang untuk mendapat syafa'a Nabi pada hari kiamat.
c. Dihilangkan kesusahan dan kesulitannya
SARAN
Dalam menyusun makalah tentang yasinan, tahlilan, wirid dan puasa khusus  pastilah makalahini jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu bagi para mahasiswa, pembaca dan khususnya kepada dosen pembimbing pai 3, kami sangat mengharapkan kritik dan saran.


DAFTAR PUSTAKA

Abdillah,Abu, argument ahlussunnah wal jama’ah,Tangerang s: Pustaka     ta’awun,2011.
http//islmiwiki.blog.com/2013/05/pengertian-wirid-dan-manfaatnya.html
httpps://emka.web.id/NU/2012/apa-itu-diba-dan-manfaatnya.html